<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Literasi Digital on Isu Pernikahan Anak</title><link>https://isupernikahananak.com/tags/literasi-digital/</link><description>Recent content in Literasi Digital on Isu Pernikahan Anak</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://isupernikahananak.com/tags/literasi-digital/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Literasi Digital sebagai Instrumen Strategis dalam Mitigasi Krisis Pernikahan Anak di Era Disrupsi</title><link>https://isupernikahananak.com/posts/digital-literacy-protection/</link><pubDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://isupernikahananak.com/posts/digital-literacy-protection/</guid><description>&lt;p&gt;Fenomena pernikahan anak di Indonesia tetap menjadi tantangan struktural yang pelik, meskipun berbagai upaya regulasi telah ditingkatkan, termasuk revisi Undang-Undang Perkawinan yang menaikkan batas usia minimum pernikahan menjadi 19 tahun. Namun, di era disrupsi teknologi informasi saat ini, pemicu pernikahan dini mengalami pergeseran paradigma. Jika dahulu faktor ekonomi dan tradisi lokal menjadi determinan utama, kini pengaruh ruang digital—mulai dari paparan konten yang tidak terfilter hingga tekanan sosial di media sosial—turut mengakselerasi angka dispensasi nikah. Dalam konteks ini, literasi digital tidak lagi sekadar kemampuan teknis mengoperasikan gawai, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen strategis dan benteng kognitif dalam upaya mitigasi krisis pernikahan anak.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>