<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Pembangunan Berkelanjutan on Isu Pernikahan Anak</title><link>https://isupernikahananak.com/tags/pembangunan-berkelanjutan/</link><description>Recent content in Pembangunan Berkelanjutan on Isu Pernikahan Anak</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://isupernikahananak.com/tags/pembangunan-berkelanjutan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Integrasi Pendidikan Formal dalam Strategi Preventif Nasional: Evaluasi Gerakan Kembali ke Sekolah</title><link>https://isupernikahananak.com/posts/gerakan-kembali-ke-sekolah/</link><pubDate>Wed, 25 Feb 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://isupernikahananak.com/posts/gerakan-kembali-ke-sekolah/</guid><description>&lt;p&gt;Pendidikan bukan sekadar instrumen transfer pengetahuan, melainkan fondasi utama dalam arsitektur ketahanan nasional. Dalam diskursus pembangunan kontemporer, &amp;ldquo;Gerakan Kembali ke Sekolah&amp;rdquo; (GKS) telah bertransformasi dari sekadar kampanye sosial menjadi bagian integral dari Strategi Preventif Nasional. Upaya ini bertujuan untuk memitigasi risiko sosial-ekonomi jangka panjang yang muncul akibat fenomena putus sekolah (drop-out). Dengan mengintegrasikan kembali anak-anak usia sekolah ke dalam sistem pendidikan formal, negara sebenarnya sedang melakukan investasi preventif untuk memutus rantai kemiskinan struktural, menekan angka kriminalitas remaja, dan memperkecil jurang disparitas ekonomi antarwilayah.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>