<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Pemberdayaan Perempuan on Isu Pernikahan Anak</title><link>https://isupernikahananak.com/tags/pemberdayaan-perempuan/</link><description>Recent content in Pemberdayaan Perempuan on Isu Pernikahan Anak</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Fri, 23 Jan 2026 14:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://isupernikahananak.com/tags/pemberdayaan-perempuan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Putus Sekolah dan Hilangnya Masa Depan Akibat Pernikahan Dini</title><link>https://isupernikahananak.com/posts/pendidikan-anak-terputus/</link><pubDate>Fri, 23 Jan 2026 14:00:00 +0700</pubDate><guid>https://isupernikahananak.com/posts/pendidikan-anak-terputus/</guid><description>&lt;p&gt;Pernikahan dini tetap menjadi tantangan sistemik yang menghambat kemajuan sumber daya manusia di Indonesia. Di balik prosesi adat atau dorongan ekonomi yang sering kali melatarbelakanginya, terdapat realitas kelam mengenai hak-hak dasar anak yang terenggut, terutama hak atas pendidikan. Ketika seorang anak memasuki ikatan pernikahan sebelum waktunya, bangku sekolah sering kali menjadi hal pertama yang ditinggalkan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="realitas-pahit-sekolah-yang-terhenti"&gt;Realitas Pahit: Sekolah yang Terhenti&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Data menunjukkan korelasi yang sangat kuat antara usia pernikahan dan tingkat pendidikan. Mayoritas anak yang menikah di bawah usia 18 tahun tidak mampu menyelesaikan pendidikan menengah mereka. Hal ini bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan akibat dari tekanan sosial dan struktural yang memaksa mereka memilih antara peran domestik atau pendidikan.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>