<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Undang-Undang on Isu Pernikahan Anak</title><link>https://isupernikahananak.com/tags/undang-undang/</link><description>Recent content in Undang-Undang on Isu Pernikahan Anak</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Wed, 21 Jan 2026 09:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://isupernikahananak.com/tags/undang-undang/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Menakar Efektivitas Regulasi Batas Usia Minimum Pernikahan</title><link>https://isupernikahananak.com/posts/regulasi-pernikahan-dini/</link><pubDate>Wed, 21 Jan 2026 09:30:00 +0700</pubDate><guid>https://isupernikahananak.com/posts/regulasi-pernikahan-dini/</guid><description>&lt;p&gt;Langkah progresif diambil oleh Pemerintah Indonesia melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat mengesahkan &lt;strong&gt;Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019&lt;/strong&gt; sebagai perubahan atas &lt;strong&gt;Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan&lt;/strong&gt;. Perubahan paling krusial terletak pada Pasal 7 ayat (1), yang menaikkan batas usia minimum pernikahan bagi perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun, setara dengan batas usia pria.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara teoritis, regulasi ini bertujuan untuk menekan angka pernikahan dini, menjamin hak anak atas pendidikan, serta meminimalisir risiko kesehatan reproduksi. Namun, dalam implementasinya, efektivitas regulasi ini masih menjadi perdebatan hangat di kalangan praktisi hukum dan sosiolog.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>